ANTIHISTAMIN
A
|
ntihistamin merupakan
obat yang sering dipakai dibidang dermatologi, terutama untuk kelainan kronik
dan rekuren. Antihistamin adalah zat yang dapat mengurangi atau menghalangi
efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor histamin.
Antihistamin dan histamin berlomba untuk menempati reseptor yang sama. Ada
empat tipe reseptor histamin, yaitu H1, H2, H3, dan H4 yang keempatnya memiliki
fungsi dan distribusi yang berbeda. Pada kulit manusia hanya reseptor H1 dan H2
yang berperan utama. Blokade reseptor oleh antagonis H1 menghambat terikatnya
histamin pada reseptor sehingga menghambat dampak akibat histamin misalnya
kontraksi otot polos, peningkatan permeabilitas pembuluh darah dan vasodilatasi
pembuluh darah (Tjay dan Rahardja, 2007).
Histamin merupakan suatu senyawa nitrogen organik yang sering juga disebut bioamin, histamin pertama kali ditemukan oleh dr. Paul Ehrlich pada tahun 1878. Histamin terlibat dalam sistem kekebalan tubuh yang mengatur fungsi system pencernaan dan juga berfungsi sebagai neurotransmitter dalam otak, sumsum tuulang belakang dan rahim. Histamin juga terlibat dalam sistem peradangan dan mempunyai peran utama sebagai mediator gatal. ( Siswandono, 2016).
![]() |
| Struktut Histamin |
Histamin diproduksi pada
keadaan normal secara alami dan berasal dari pertukaran zat histidin melalui proses dekarboksilasi secara enzimatis. Asam
amino histidin akan masuk ke dalam tubuh dari makanan yang kaya akan protein
dan telah dikonsumsi tubuh. Pada
berbagai jaringan tubuh, terutama pada usus halus, histidin akan diubah menjadi histamin. Histamin
juga bekerja sebagai neurotransmiter. Histamin memegang peran utama pada sistem
peradangan atau inflamasi. Histamin terdiri atas
cincin imidazol yang terlekat pada rantai entilamin. Dalam kondisi fisiologis,
gugus amino di rantai samping diprotonasi. (Thurmond, 2010).
Antihistamin (antagonis
histamin adalah zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin
terhadap tubuh dengan jalan memblokir reseptor histamin. Histamin merupakan
derivat amin dengan berat molekul rendah yang diproduksi dari L-histidine. Ada
empat jenis reseptor histamin, namun yang dikenal secara luas hanya reseptor
histamin H1 dan H2. Reseptor H1 ditemukan pada neuron, otot polos, epitel dan
endotelium. Reseptor H2 ditemukan pada sel parietal mukosa lambung, otot polos,
epitelium, endotelium, dan jantung. Sementara reseptor H3 dan H4 ditemukan
dalam jumlah yang terbatas. Reseptor H3 terutama ditemukan pada neuron
histaminergik, dan reseptor H4 ditemukan pada sum-sum tulang dan sel
hematopoitik perifer. (Tjay dan ahardja, 2007).
Rumusan Masalah :
1. bagaimana interaksi
obat antihisamin?
2. Bagaimana kerja
obat dari antihistamin dalam mengobati reaksi alergi?
3. kenapa obat antihistamin tidak diperbolehkan
diminum bersamaan dengan obat tidur?
DAFTAR
PUSTAKA
Siswandono. 2016. Kimia
Medisinal 2 Edisi 2. Airlangga University Press, Surabaya.
Tjay T.H dan
Rahardja K. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek
sampingnya. Gramedia, Jakarta.
Thurmond R.L.
2010. Histamine in Inflammation. Springer, Texas.

Baiklah pada kesempatan ini saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang no 3 :
BalasHapusMenurut saya kenapa tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi secara bersamaan dikarenakan akan memicu efek samping yang besar, dimana seperti yang kita ketahui bahwa obat antihistamin ini memiliki efek ngantuk ditambah lagi kita meminum obat tidur besar kemunginan efek ngantuk akan berlangsung sangat panjang, sehingga akan mengganggu aktivitas kita dan juga mengganggu kualitas tidur kita.
Assalamualaikum eva melisa, saya ingin mencoba menjawab soal nomor 1
BalasHapusMisalnya Obat Azatadin maleat. Dimana interaksi obat terjadi jika efek suatu obat berubah akibat adanya obat lain, makanan, atau minuman. Interaksi obat dapat menghasilkan efek yang memang dikehendaki atau efek yang tidak dikehendaki yang lazimnya menyebabkan efek samping obat.Interaksi obat azatadin maleat menyebabkan penghambatan MAO dan memperlama kerja dan intensitas antihistamin. Alkohol, antidepresan trisiklik, barbiturat atau depresan SSP lain memperkuat efek sedatif.
Terimakasih, semoga membantu ☺️
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan no 2 :
Cara Kerja obat antihistamin dalam mengatasi alergi yaitu sebenarnya, alergi adalah respon kekebalan tubuh terhadap zat asing. Zat asing ini (bisa berupa debu) akan bersentuhan dengan sel di selaput lendir pada hidung, mulut, tenggorokan, paru-paru, perut, atau usus, kemudian akan memicu pelepasan histamin. Histamin adalah protein yang menyebabkan semua gejala yang ada pada saat mengalami alergi. Untuk mengatasi gelaja tersebut, maka diperlukan antihistamin yang bekerja menghambat aktivitas histamin, sehingga akan menghentikan reaksi alergi.
Baik saya akan menjawb pertanyaan no 3,obat antihistamin cenderung memiliki efek samping mengantuk, bila dikonsumsi bersamaan dengan obat tidur maka pasien akan tertidur dalam jangka waktu panjang
BalasHapusBaiklah Kk akan menjawab pertanyaan Eva Nomor 2 Antihistamin bekerja dengan cara memblokir zat histamin yang diproduksi tubuh. Zat histamin, pada dasarnya berfungsi melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuh. Ketika histamin melakukan perlawanan, tubuh akan mengalami peradangan. Namun pada orang yang mengalami alergi, kinerja histamin menjadi kacau karena zat kimia ini tidak lagi bisa membedakan objek yang berbahaya dan objek yang tidak berbahaya bagi tubuh, misalnya debu, bulu binatang, atau makanan. Alhasil, tubuh tetap mengalami peradangan atau reaksi alergi ketika objek tidak berbahaya itu masuk ke tubuh.
BalasHapusHai eva,saya ingin bertanya
BalasHapusBagaimana hubungan anatara obat antihistamin dengan mengantuk?
Saya akan menjawab permasalahan no 1. antihistamin juga dapat berinteraksi secara negatif di dalam tubuh jika cara pemakaiannya sembarangan. Maka itu, beri tahu dokter dan apoteker terkait obat-obatan dan suplemen lain yang masih Anda gunakan sarang.Obat ini tidak boleh diminum berbarengan dengan alkohol karena dapat meningkatkan rasa kantuk. Obat alergi ini juga tidak boleh digunakan berbarengan dengan pil tidur, obat penenang, atau pelemas otot.Selain itu, antihistamin sering dikombinasikan dengan obat dekongestan atau penghilang rasa sakit.
BalasHapus